Sisi Lain Peliputan Berita tentang Obesitas
Alangkah senangnya ketika tulisan kita bermanfaat dan berdampak bagi masyarakat. Selain membuat banyak orang senang, tulisan kita juga dapat mempengaruhi kebijakan yang lebih baik bagi kepentingan masyarakat. Itu kepuasannya, tidak bisa kau hitung pakai kalkulator. Hehehe.
Medio Juni lalu, aku nulis penelitian tentang
menghambat obesitas bagi remaja. Penelitiannya sederhana tetapi memiliki
novelty dan bisa diimplementasikan para orang tua dan guru di sekolah. Penelitinya
mba Healthy Hidayanty, seorang pakar nutrisi asal
Universitas Hasanuddin, Makasar.
Awalnya yang membuatku tertarik pada penelitian ini karena nama penelitinya jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, artinya
“Sehat”. Tetapi setelah mendengar penjelasan peneliti dan ahli nutrisi
RSCM-FKUI mengenai penelitian ini, rasanya pengen mendalami dan menulis penelitiannya.
Kemudian aku mengusulkan ke redaksi untuk diliput. Meskipun sempat mendapat penolakan dari beberapa kolega, akhirnya rapat redaksi memutuskan untuk menindaklanjuti penelitian tersebut. Mungkin karena penelitiannya sederhana dan tidak seperti disertasi Fakultas Kedokteran lainnya yang lebih bersifat kuratif, usulanku hampir kandas di meja redaksi.
Kebetulan, aku juga sudah nyimpan
news pack tentang obesitas untuk diliput dan dikombinasikan dengan penelitian mba Healthy. Yaitu, mengenai kasus obesitas yang dialami Ariya (10 tahun). Meskipun usianya tergolong anak-anak, tapi kalau Anda lihat postur tubuhnya, raut wajah Anda akan berubah drastis.
 |
| istimewa |
Dalam dua setengah hari, aku coba dalami penelitian ini lalu. Lantas, bagaimana bisa menulis berita yang layak majalah dalam waktu dua setengah hari?
Pengalaman saya mengatakan ada dua hal yang terpenting untuk melakukan peliputan
indepth atau investigasi, jaringan dan kemahiran menggunakan teknologi.
Kebetulan aku punya kenalan di FKUI. Biasanya kalau sudah
mentok narasumber, aku konsultasi ke beliau. Apalagi mba-nya baik dan korporatif.
Lalu untuk berhubugan dengan orang tua Ariya, aku minta tolong teman wartawan lain. Akhirnya dapat
deh cara untuk bisa berhubungan dengan ayah Ariya, Ade Somantri.
Selanjutnya, untuk mematangkan pertanyaan yang mendalam, riset itu harga mati. Hanya saja, menciptakan riset isu yang berkualitas dibutuhkan strategi riset yang baik. Karena riset hanya akan menghabiskan waktu dan sia-sia jika tidak memiliki strategi riset isu yang benar. Salah satu cara menciptakan strategi riset yang baik