SELAMAT DATANG SOBAT !!!! Terimakasih telah berkunjung ke ABADIORKES

10.19.2017

Jejak Akuisisi Bank Muamalat

Sumber: gatra.com

Menunggu Juru Selamat Bank Muamalat (Bagian I)

---Kinerja bank Muamalat yang memburuk, diharapkan bisa teratasi dengan masuknya modal baru senilai Rp 8 trilyun. PT Asabri hingga keluarga Habibie dikabarkan siap menjadi investornya.---

Dasi berwarna ungu menjadi penanda, jika hari itu Achmad Kusna Permana resmi menjadi bagian dari keluarga Bank Muamalat. Menghadiri acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar Selasa, 20 September lalu di Hotel Pullman, Jakarta.

Achmad resmi ditunjuk sebagai pejabat sementara direktur utama bank yang memiliki warna khas ungu itu. “Pakai dasi ini kan menyesuaikan, di mana bumi dipijak,” katanya. 

Achmad yang sebelumnya menjabat Direktur Unit Usaha Syariah Bank Permata ini menggantikan Endy Pattia Rahmadi Abdurrahman yang sudah menjabat selama 3 tahun.

Usai mengikuti RUPSLB Bank Muamalat, Achmad

1.06.2017

Dokter dalam Dokter

Entah sibuk atau mau menghindar, Menteri Kesehatan RI Nila Djuwita Farid Moeloek ngebatalin hadir di perhelatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ke-66 tanggal 18 November tahun lalu di Pekanbaru. Padahal beberapa hari menjelang acara HUT, Moeloek sempat mengiyakan bakal hadir.

Pembatalan kehadiran Moeloek disampaikan oleh sekretarisnya melalui sambungan telepon kepada Marsis. Marsis semakin kecewa ketika tahu kalau Moeloek menginstruksikan agar para eselon I Kemenkes juga tidak hadir. “Padahal (Moeloek) sudah oke mau datang,” kata Ketua Umum PB IDI ini di ruang kerjanya.

Marsis tidak tahu persis alasan pembatalan kehadiran dokter mata yang pernah aktif di IDI itu. Memang, kata Marsis, selain acara seminar nasional dan sarasehan tentang pendidikan dan pelayanan kedokteran, IDI juga mengadakan forum debat terbuka, membahas pro kontra program Dokter Layanan Primer (DLP). “Tapi, semoga nggak karena itu nggak jadi hadir,” katanya.

Belakangan, hubungan Kemenkes dan PB IDI semakin meruncing karena persoalan DLP. Pembahasan Rencana Peraturan Pemerintah (RPP) atas Undang-undang No.20 tahun 2013 tentang Pendidikan Kedokteran tidak menemui titik temu. IDI ngotot agar pembuatan RPP dan pelaksanaan DLP ditunda. Sementara, Kemenkes dan Kemenristekdikti berhasrat untuk segera melaksanakan DLP.

1.01.2017

Soni Soemarsono dan Sastra Pemikat Cewek

Meski dikenal tegas dan worker holic, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Soni Soemarsono ternyata lihai menulis cerpen. Sejak Mahasiswa, cerpen Soni rutin terbit di harian daerah. Soni pun mendapat honor. “Tidak banyak, tapi cukup untuk tambal sulam biaya kuliah,” katanya di ruang kerjanya.

Selain untuk mencari penghasilan tambahan, Alumni Universitas Gajah Mada rupanya menulis cerpen untuk menggaet adik tingkatnya ketika kuliah di Yogyakarta. Hasilnya, cukup ampuh. Soni berhasil menyabet perempuan dambaan keturunan ningrat, Amangkurat ke-10, Raden Ajeng Tri Rahayu, menjadi pendamping hidupnya.

7.31.2016

Persekongkolan Demi Harga Murah (Edisi 5): Kasus Tender PLTU Jawa-7

Protes salah satu peserta tender, Huaneng Power International (HPI) kepada Panitia tender PLTU Jawa-7 


Surat Protes Huaneng Power International (HPI) kepada PT PLN

Akibat ketidaktransparanan dan kejanggalan proses tender PLTU Jawa-7 di sana-sini, rupanya membuat gerah perusahaan peserta tender, Huaneng Power International (HPI). HPI tergabung dalam konsorsium bersama perusahaan China National Technical Import & Export Corporation dan Wijaya Karya (WIKA).

Konsorsium ini menjadi peringkat kelima dari 6 peserta tender Jawa-7 2x1000 MW yang mengikuti

Persekongkolan Demi Harga Murah (Edisi 4): Kasus Tender PLTU Jawa-7

Cacat Prosedur PLN III: Penurunan syarat pengalaman pengerjaan proyek dari yang berkapasitas 600 MW ke 500 MW, yang menguntungkan Shenhua hingga menang. Tawaran kapasitas listrik Shenhua pun tidak sampai 2 x 1000 MW. 


Tahun lalu, perusahaan asal China, Shenhua Energy berhasil memenangkan tender PLTU Jawa-7 berkapasitas 2x1000 Megawatt (MW) yang berlokasi di Desa Terate, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten. Rencana, pembangkit akan berdiri di atas lahan seluas 172 hektar dan akan memasok listrik ke kawasan jawa barat, Banten dan Jakarta.

Para peserta tender saling berebut potongan "kue" mega proyek 35 GW. Peserta proyek “lezat” ini saling beradu bekingan. Cuma Shenhua rupanya lebih kuat pegangannya. Berikut gambaran proposal para peserta dan perbandingan Harga Perkiraan Sementara (HPS) yang ditetapkan PT PLN, sampai pada rincian komponen proyek.

BACA: (Kasus Tender PLTU Jawa-7 Edisi 1)

Hanya saja, proyek US$ 3,1 miliar atau setara Rp.40,3 triliun itu penuh dengan kecacatan. Sebelumnya, saya sudah menulis artikel tentang cacat prosedur I proses tender PLTU Jawa-7 2x1000 MW Serang-Banten, dimana China Shenhua Energy Company Limited tidak melampirkan harga EPC (Enginnering Procurement Construction). Tetapi, perusahaan ini tetap memenangkan proyek Rp. 30 Triliun PT PLN tersebut.

BACA: Cacat Prosedur PLN I: China Shenhua Energy Company Limited tidak melampirkan harga EPC 

Kejanggalan yang fatal lainnya adalah tidak adanya transparansi harga penawaran kepada para peserta. PLN aja tidak transparan pada peserta, apalagi pada masyarakat. Bahkam, kolom-kolom penawaran harga yang bersifat substansi pada proposal harga, malah ditulis tangan.

BACA: Cacat Prosedur PLN II: Setiap kolom harga di proposal China Shenhua Energy Company Limited ditulis tangan dan nilai PJB equity IRR tidak valid. 

Proses tender PLTU Jawa-7 memang sarat banyak kecacatan. Kejanggalan lainnya adalah adanya perubahan adendum dengan merevisi syarat peserta. Anehnya, hal itu terjadi setelah adanya pertemuan panitia tender dengan para peserta pada tanggal 8-10 Juli 2015.

Adapun syarat yang berubah adalah para peserta harus memiliki pengalaman membangun, mengoperasikan dan memelihara PLTU dari kapasitas 600 MW menjadi 500 MW. Nyatanya, menurut informan yang mengetahui proses tender tersebut, Shenhua hanya pernah mengerjakan proyek 500 MW. “Karena itu, syarat diturunkan oleh panitia. Padahal sejak pra-tender, Shenhua sudah gagal,” kata informan tersebut.

Perubahan syarat di tengah proses tender Jawa 7 2x1000 MW

Padahal seharusnya,

7.09.2016

Persekongkolan Demi Harga Murah (Edisi 3): Kasus Tender PLTU Jawa-7

Cacat Prosedur PLN II: 
Setiap kolom harga di proposal China Shenhua Energy Company Limited ditulis tangan dan nilai PJB equity IRR tidak valid. 


Sebelumnya, saya sudah menulis artikel tentang cacat prosedur I proses tender PLTU Jawa-7 2x1000 MW Serang-Banten, dimana China Shenhua Energy Company Limited tidak melampirkan harga EPC. Tetapi, perusahaan ini tetap memenangkan proyek Rp. 30 Triliun PT PLN tersebut.

Sebelumnya lagi, saya sudah menjabarkan tentang gambaran para peserta tender dan "kue" yang direbutkan di proyek PLTU Jawa-7. Mulai dari perbandingan Harga Perkiraan Sementara (HPS) yang ditetapkan PT PLN, sampai pada harga beli dari pihak Shenhua. (disini ulasannya)

Cacat tender Jawa-7 selanjutnya adalah pada proposal sampul 2 (envelope 2). Kolom-kolom yang bersifat substansi pada proposal harga telah ditulis tangan. Adapun kolom-kolom tersebut adalah kolom Komponen A (nilai CCR), Komponen B (nilai FOMR), Komponen D (nilai VOMR) dan terakhir nilai PJB equity IRR.

Komponen A yaitu CCR (capital cost recovery), merupakan penawaran harga pemulihan dari investor kepada PLN. Komponen inilah yang nantinya menjadi acuan untuk menentukan murah tidaknya harga penjualan lsitrik kepada PLN.

Pada dokumen price proposal, Shenhua memberi penawaran harga sebagai berikut:

Tahun 1 – 5: 180,75 USD/Kw/tahun
Tahun 6 – 13: 126,52 USD/Kw/tahun
Tahun 14 – 25: 108,45 USD/Kw/tahun

Gambar proposal harga Shenhua pada komponen CCR telah ditulis tangan. Sedangkan peserta lainnya, diketikkomputer. (NB: Konsorsium Lestari mewakili peserta lain: proposal harga ketik komputer)

Komponen A adalah pembayaran atas kapasitas secara

7.05.2016

Persekongkolan Demi Harga Murah (Edisi 2): Kasus Tender PLTU Jawa-7

Cacat Prosedur PLN I: China Shenhua Energy Company Limited tidak melampirkan harga EPC 

Sebelumnya saya sudah menulis tentang gambaran proses tender Jawa-7 yang merupakan bagian dari mega proyek 35 GigaWatt. (Persekongkolan Demi Harga Murah Edisi 1) Dalam tulisan tersebut saya sudah mengulas dan menjabarkan harga penawaran masing-masing peserta tender. Selain itu ada analisis mengenai tanggapan Dirut PLN, Sofyan Basir yang mengada-ada. Sekarang, saya mau menjabarkan cacat prosedur tender Jawa-7. Tapi satu-satu yah.....

***

Alih-alih memperoleh harga murah, proses tender jawa-7 dinilai cacat. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menduga telah terjadi persekongkolan antara pemenang dan panitia tender sejak 4 bulan lalu. Sampai saat ini, KPPU telah memanggil pihak HSBC (Hongkong and Shanghai Banking Corporation) sebagai konsultan finansial, PLN baik pihak manajemen dan panita tender serta semua peserta konsorsium termasuk Shenhua. “Tapi kita sempat kesulitan (meminta keterangan) karena ada perusahaan yang berkantor di China,” ujar seorang sumber di KPPU. 

Menurut salah satu komisioner KPPU, Muhammad Nawir Messi, Shenhua dilaporkan oleh salah satu perusahaan peserta tender karena melakukan tindakan assesment kasar dalam tender yang diduga berbentuk persekongkolan dengan pihak panitia, untuk memenangkan tender. KPPU pun telah menemukan beberapa kecacatan dalam tender. “Ada komponen dalam proposal yang tidak disertakan. Padahal komponen itu merugikan inti dari uji finansial model yang diusulkan,” kata Messi. 

Gambar EPC China Shenhua Energy tidak ada

Menurut salah satu investigator

7.03.2016

Persekongkolan Demi Harga Murah (Edisi 1): Kasus Tender PLTU Jawa-7

Kasus Tender PLTU Jawa-7 (Edisi 1)

Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Sofyan Basir boleh berbangga mendapat harga termurah dari pemenang tender pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa-7, China Shenhua Energy Company Limited. Harga yang ditawarkan perusahaan asal negeri Tiongkok itu sebesar 4,259 sen/kwh (0,042 $/kwh) atau setara dengan Rp. 552/kwh.

Ilustrasi PLTU Jawa-7 Banten
Sumber: http://pribuminews.com/

Sementara PLN menetapkan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sekitar

7.01.2016

Menangkal Obesitas Lewat Pola Pikir

Sisi Lain Peliputan Berita tentang Obesitas

Alangkah senangnya ketika tulisan kita bermanfaat dan berdampak bagi masyarakat. Selain membuat banyak orang senang, tulisan kita juga dapat mempengaruhi kebijakan yang lebih baik bagi kepentingan masyarakat. Itu kepuasannya, tidak bisa kau hitung pakai kalkulator. Hehehe.

Medio Juni lalu, aku nulis penelitian tentang menghambat obesitas bagi remaja. Penelitiannya sederhana tetapi memiliki novelty dan bisa diimplementasikan para orang tua dan guru di sekolah. Penelitinya mba Healthy Hidayanty, seorang pakar nutrisi asal Universitas Hasanuddin, Makasar.

Awalnya yang membuatku tertarik pada penelitian ini karena nama penelitinya jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, artinya “Sehat”. Tetapi setelah mendengar penjelasan peneliti dan ahli nutrisi RSCM-FKUI mengenai penelitian ini, rasanya pengen mendalami dan menulis penelitiannya.

Kemudian aku mengusulkan ke redaksi untuk diliput. Meskipun sempat mendapat penolakan dari beberapa kolega, akhirnya rapat redaksi memutuskan untuk menindaklanjuti penelitian tersebut. Mungkin karena penelitiannya sederhana dan tidak seperti disertasi Fakultas Kedokteran lainnya yang lebih bersifat kuratif, usulanku hampir kandas di meja redaksi.

Kebetulan, aku juga sudah nyimpan news pack tentang obesitas untuk diliput dan dikombinasikan dengan penelitian mba Healthy. Yaitu, mengenai kasus obesitas yang dialami Ariya (10 tahun). Meskipun usianya tergolong anak-anak, tapi kalau Anda lihat postur tubuhnya, raut wajah Anda akan berubah drastis.


istimewa
Dalam dua setengah hari, aku coba dalami penelitian ini lalu. Lantas, bagaimana bisa menulis berita yang layak majalah dalam waktu dua setengah hari?

Pengalaman saya mengatakan ada dua hal yang terpenting untuk melakukan peliputan indepth atau investigasi, jaringan dan kemahiran menggunakan teknologi. Kebetulan aku punya kenalan di FKUI. Biasanya kalau sudah mentok narasumber, aku konsultasi ke beliau. Apalagi mba-nya baik dan korporatif.

Lalu untuk berhubugan dengan orang tua Ariya, aku minta tolong teman wartawan lain. Akhirnya dapat deh cara untuk bisa berhubungan dengan ayah Ariya, Ade Somantri.

Selanjutnya, untuk mematangkan pertanyaan yang mendalam, riset itu harga mati. Hanya saja, menciptakan riset isu yang berkualitas dibutuhkan strategi riset yang baik. Karena riset hanya akan menghabiskan waktu dan sia-sia jika tidak memiliki strategi riset isu yang benar. Salah satu cara menciptakan strategi riset yang baik

6.18.2016

Faktor Y Daya Ingat

Penelitian yang dilakukan di Swedia menyebutkan, alzheimer dan kanker dipicu pemendekan kromosom Y. Terdapat suara kontra, terlebih bila dikaitkan dengan usia harapan hidup pria lebih rendah ketimbang wanita. Setidaknya, riset tersebut mampu menjadi terapi prediktif.


sumber: obatherrbal-alami.com
Akibat kerap merawat pasien yang sering lupa, linglung, dan menanyakan hal yang sama berulang-ulang, dokter Diatri Nari Lastri akhirnya kebal menghadapi tingkah laku aneh pasien alzheimer. Dokter spesialis saraf Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, itu bahkan pernah dibentak-bentak oleh pasiennya sendiri. 

Kejadiannya sekitar lima tahun lalu. Kala itu, Diatri tengah merawat pasien alzheimer pria berusia 60 tahun, sebut saja Anton. Setiap konsultasi, Diatri harus memperkenalkan diri ke Anton, bahkan sampai lebih

6.12.2016

Kasus La Nyalla Terus Menyala

Arsip Pribadi
Ketika bertemu La Nyalla di Kantor PSSI

Sudah empat kali Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim), Elieser Sahat Maruli Hutagalung mengeluarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) dan tiga kali mentersangkakan La Nyalla. Sudah tiga kali pula penyidikan Korps Adhyaksa itu dihentikan hakim PN Surabaya. Kini, Maruli kembali mengeluarkan dua sprindik baru La Nyalla tentang dugaan korupsi dan TPPU. 

Aksi tarung jaksa dan hakim di sidang praperadilan

5.28.2016

KOMUNITAS KAGUMI: Biar Tambun Tetap Pede


Komunitas Kagumi
sumber: doc.komunitas


Bermetamorfosis dari sebuah grup online, Komunitas Kagumi tidak sekadar hadir untuk meningkatkan kepercayaan diri dan eksistensi anggotanya. Namun perkumpulan wanita gemuk ini turut mengembangkan bakat dan prestasi para anggotanya. 





Siapa sangka di balik senyum manisnya, Onne Hardi Putranti awalnya seorang yang temperamental. Reaksi sensitif itu biasanya muncul bila berkaitan dengan ejekan berat badannya. Namun setelah bergabung menjadi anggota Kagumi (Ikatan Wanita Gemuk Indonesia) tahun 2013 lalu, wanita berbobot 78 kilogram ini pun menjadi lebih relaks.

Maklum, wanita kelahiran Bogor 37 tahun silam yang memang gemuk sedari kecil itu sering diejek. Onne bertubuh gendut akibat obat syaraf yang diminumnya sejak kecil. Tangan dia lumpuh karena saat proses kelahiran menyangkut akibat salah prosedur penarikan oleh bidan.

''Sekarang kalau ada orang ngejek, saya bisa lebih nyantai,'' aku wanita berparas hitam manis itu. Sambil tersenyum lebar, Onne hanya akan bilang, ''lebih bagus nambah berat badan dari pada nambah dosa.'' Percaya dirinya pun semakin bertambah lambat laun.

Onne juga merasa, wawasannya semakin berkembang. Ini dirasakan seiring dengan diskusi dan gathering yang sering ia lakoni bersama

5.15.2016

Merangkai Puzzle Suap Reklamasi

Penyidik KPK terus mendalami dugaan keterlibatan pengembang dan anggota DPRD dalam kasus suap reklamasi. Bakal ada tersangka baru dari pengembang dan DPRD. Peran eksekutif juga harus ditelisik.



Bappeda DKI Jakarta





***

Lima pekan sudah para penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berjibaku mengembangkan penyidikan kasus suap reklamasi Teluk Jakarta. Ada belasan orang yang diperiksa sebagai saksi di gedung KPK. Kamis pekan lalu, giliran Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Mohamad Taufik diperiksa di lantai delapan.

Seusai menjalani pemeriksaan, Taufik yang juga Ketua Badan Legislasi Daerah (Balegda) DPRD DKI itu