SELAMAT DATANG SOBAT !!!! Terimakasih telah berkunjung ke ABADIORKES

1.03.2018

Wawancara "Penasehat Bahasa" Ivan Lanin

Jika Bahasa Indonesia, Asing di Negeri Sendiri

Fotografer: Agriana Ali (Eva)


Berbicaralah dengan Bahasa Indonesia yang baku di depan Ivan Lanin, jika tidak ingin ditegur “Penasehat bahasa” ini. Pengalaman itu aku rasakan ketika wawancara Ivan di kediamannya, Kebayoran Lama bulan Desember lalu. Ketika terdengar desingan mesin dari luar rumah Ivan, aku celetuk. “Ada foging yah Bang.” Dengan spontan Ivan menjawab

1.01.2017

Soni Soemarsono dan Sastra Pemikat Cewek

Meski dikenal tegas dan worker holic, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Soni Soemarsono ternyata lihai menulis cerpen. Sejak Mahasiswa, cerpen Soni rutin terbit di harian daerah. Soni pun mendapat honor. “Tidak banyak, tapi cukup untuk tambal sulam biaya kuliah,” katanya di ruang kerjanya.

Selain untuk mencari penghasilan tambahan, Alumni Universitas Gajah Mada rupanya menulis cerpen untuk menggaet adik tingkatnya ketika kuliah di Yogyakarta. Hasilnya, cukup ampuh. Soni berhasil menyabet perempuan dambaan keturunan ningrat, Amangkurat ke-10, Raden Ajeng Tri Rahayu, menjadi pendamping hidupnya.

6.30.2016

Wawancara Ketua Mahkamah Agung RI

Banyak Dukun Palsu di MA 

Tahun 2016 rupanya menjadi tantangan berat bagi Ketua Mahkamah Agung RI, Muhammad Hatta Ali. Berturut-turut, KPK mentangkap-tangan (OTT) pegawai dan hakim di lembaga peradilan. Setidaknya, sudah 4 kali KPK melakukan OTT hingga pertengahan tahun ini. Sudah saatnya Hatta Ali melakukan reformasi peradilan nasional untuk menjaga trust masyarakat kepada hukum Indonesia. Meski diterpa sakal, Hakim yang sudah memimpin Mahkamah Agung selama 4 tahun itu, meyakinkan bahwa tidak ada turbelensi kinerja di internal MA. 

Saya - Muhammad Hatta Ali (tengah) - Bang TA
Fografer: Eva Agriana Ali

Medio Juni, saya dan beberapa redaktur berkunjung ke ruang kerja Hatta Ali di lantai dua Gedung Utama Mahkamah Agung. Lingkungan Gedung MA memang secure. Apalagi mau ketemu dengan pucuk pimpinan. Selain dikawal oleh pihak Humas MA, kita juga dicek sama sekuriti. Meskipun nggak se-secure di Istana Presiden dan Wakil Presiden. Pakaiannya saja diatur. Hehehe.. 

Sebenarnya

4.20.2015

Wawancara Dirjen Pajak

Tambah Jaring Raup Pajak

Sigit Priadi Pramudito (sumber: Kemenkeu)

Sejak menjadi Dirjen Pajak Februari silam, Sigit Priadi Pramudito telah merancang cara-cara mencapai target Rp1.493 triliun. Saat diwawancara, Sigit tak sungkan membeberkan percakapannya dengan Presiden. Sebagai pimpinan DJP, Sigit juga mengeluhkan demotivasi anak-anak buahya. Alasannya sederhana, demotivasi.

Pegawai bergaji Rp. 100 juta ini, memaparkan strategi jitu mencapai target pajak dan cara menindak oknum DJP yang nakal. Berikut petikan wawancara dengan sang Dirjen pertengahan Maret lalu di ruang kerjanya:

Saat ini, posisi PNS yang paling sulit adalah Dirjen Pajak?
Yang paling sulit itu target. Ketika Pak Jokowi memanggil semua eselon II, beliau punya hitungan pendapatan pajak Rp. 1.200 triliun. Terus dia minta Rp.600 triliun, bisa masuk tahun ini. Kita godok dalam rapat di Jogja. Kita menghitung potensi dan aturan-aturan yang mendukung. Berdasarkan pertimbangan itu, akhirnya ketemulah angka Rp 400 triliun. Kemudian masuk ke APBN-P, jadi nambahnya Rp. 395 triliun. Tahun 2014 kemarin tercapai Rp 900 triliun, tambah Rp 395 triliun, menjadi Rp 1295 triliun.