Nama
samaran dan tokoh utama masih sama di novel investigasi kedua. JKR
hampir terjebak mencitrakan tokoh pendukung. Tidak ada nuansa mistik,
sebaliknya kental dengan intrik disertai romansa dan nilai
kemanusiaan.
Pintu
depannya berkanopi bata yang dipenuhi ukiran batu tua. Sambil
berjalan menuju pintu rumah, Strike merogoh kantung jaketnya, lalu
mengambil gulungan kunci-kunci untuk dicobanya satu per satu. Saat
ceklikan kunci keempat, pintu akhirnya terbuka.
Baru
satu centimeter pintu terbuka, celah pintu menyembur anyir uap zat
kimia dan menusuk indera penciumannya. Strike berjalan pelan,
meraba-raba dinding, mencari stop kontak. Saat ditekan, dua bola
lampu tanpa tudung yang tergantung di langit-langit ruangan, menyala
terang.
Ruangan
itu berdinding panel kayu sewarna madu. Tiang-tiang beton menyangga
langit-langit bangunan. Sementara lantainya penuh dengan siraman
bercak-bercak nan pucat, mengelupas vernis kayu. Tanpa sadar, Strike
menginjak tumpukan surat yang ditujukan pada penghuni rumah.







