SELAMAT DATANG SOBAT !!!! Terimakasih telah berkunjung ke ABADIORKES

1.20.2015

NOVEL INVESTIGASI MATANG ROWLING


Nama samaran dan tokoh utama masih sama di novel investigasi kedua. JKR hampir terjebak mencitrakan tokoh pendukung. Tidak ada nuansa mistik, sebaliknya kental dengan intrik disertai romansa dan nilai kemanusiaan.


Minggu basah, Cormoran Strike, detektif swasta Inggris, menyisir daerahTalgarth Road, London. Rumah-rumah berarsitektur batu-bata merah berjejer di kanan-kiri jalan. Strike mulai mengurut nomor rumah satu persatu, hingga menemukan nomor 179, rumah yang ditujunya.


Pintu depannya berkanopi bata yang dipenuhi ukiran batu tua. Sambil berjalan menuju pintu rumah, Strike merogoh kantung jaketnya, lalu mengambil gulungan kunci-kunci untuk dicobanya satu per satu. Saat ceklikan kunci keempat, pintu akhirnya terbuka.



Baru satu centimeter pintu terbuka, celah pintu menyembur anyir uap zat kimia dan menusuk indera penciumannya. Strike berjalan pelan, meraba-raba dinding, mencari stop kontak. Saat ditekan, dua bola lampu tanpa tudung yang tergantung di langit-langit ruangan, menyala terang.



Ruangan itu berdinding panel kayu sewarna madu. Tiang-tiang beton menyangga langit-langit bangunan. Sementara lantainya penuh dengan siraman bercak-bercak nan pucat, mengelupas vernis kayu. Tanpa sadar, Strike menginjak tumpukan surat yang ditujukan pada penghuni rumah.

6.15.2014

Puisi, Iman dan Ibu




Tak ada seseorang  yang bisa mengukur keimanan orang lain. Apalagi hanya melihat dari penampilan atau kesehariannya saja. Rasanya terlalu implisit, bahkan rumit. Justifikasi tentang keimanan memang sering kita rasakan di masyarakat. Inilah yang patut dicermati sekaligus dihindari. Penghakiman atas iman seseorang.

Menyandingkan manifestasi Rontaan Masehi dengan keseharian sang penulis Iwan Kurniawan, maka ada tanggapan “kejutan”. Keseharian penulis sepintas tak representatif dengan beberapa puisi religi yang tertuang dalam buku puisinya itu.

Beberapa puisi religinya,Rontaan Masehi, Hari Terakhir dan Denyutan Nadi, menyiratkan satu makna, bahwa keimanan bukan seperti pakaian yang perlu dipertontonkan. Dalam puisi Rontaan Masehi, yang ditulis 23 Agustus 2006 ini, meyuratkan kalimat indah nan dalam serta banyak tafsir, “masihkah langkah menggamit pepohonan sementara akar pun tertanam sukma”.

gbr. my doc

Sementara dalam puisi Hari Terakhir, penulis mengakui bahwa saus, ada. “Dari-MU hari tertanam tumbuh di antara semak belukar tertancap sabda,” ditulisnya 2 Februari 2007. Insan muda tak mengenal anti keteraturan, tunduk juga pada sabda. Inilah bentuk keimanan hakiki yang diwujudkan penulis.

2.15.2014

Resensi Buku: Karni Ilyas Lahir untuk Berita

 
 sumber: www.fentyeffendy.com

Kebanyakan masyarakat pernah menontonnya di Indonesia Lawyers Club (ILC) yang disiarkan salah satu stasiun TV swasta. Acara yang dahulu bernama Jakarta Lawyers Club (JLC) ini dipandu oleh jurnalis senior yang telah melalang buana dari media satu ke media lainnya. Sosoknya dihormati bukan saja di dunia media, di bidang hukum, pun dipandang tokoh yang dapat memberikan ide dan solusi. Dialah Karni Ilyas.

Kompetensi dalam bidang jurnalis mulanya diperoleh dari hobi dan pengalaman menulis ketika menjadi siswa, sedangkan kompetensi hukum diperolehnya dari dunia kampus. Kolaborasi antara dua ilmu ini pernah mengantarkannya menjadi ‘ahli’ berita-berita hukum di majalah Tempo. Julukan Jabrik Cakum (Penanggung Jawab Catatan Hukum) digenggamnya, posisi prestisius sekaligus posisi menantang karena riskan menghadapi teror dan intimidasi dari pihak yang merasa dirugikan. Apalagi berbicara tentang hukum –hal mendasar yang dapat men-judge orang- baik benar ataupun salah, penuh dengan risiko. Namun tantangan itu justru mengantarnya menjadi populer di kalangan elite dan masyarakat.

1.31.2014

Mengapa ada Jokowi dan Dewa di film 12 Menit untuk Selamanya?

Semangat, pengharapan, cinta, kerjasama, pantang menyerah dan disiplin mengalahkan kesakitan dan kesusahan. Proses alamiah yang berlangsung sudah sejak lama tanpa kita sadari. Sifat-sifat positif di atas menjadi modal penting seseorang menggenggam masa depannya. Setidaknya ini terjadi pada anak-anak Bontang, Kalimantan Timur, yang berhasil menjadi juara dalam kompetisi Marching Band di Istora Senayan. Bukan tidak sedikit hambatan menghalangi semangat mereka. Namun, proses dan persiapan yang berluka-luka akhirnya dibayar dengan gelar prestisius yang bukan saja menjadi kebanggaan mereka, bahkan menjadi inspirasi bagi setiap orang. Kisah nyata ini kembalikan dimunculkan dalam sebuah film dengan memodifikasi buku Djaumil Aurora yang sebelumnya telah diterbitkan. Film yang berjudul 12 Menit: Kemenangan untuk Selamanya ini berhasil menyajikan alur inspiratif bagi para penontonnya.


Gbr. Tim membentuk formasi angka 12

Suatu kebanggan bagi saya bisa menonton film 12 Menit: Kemenangan

1.15.2014

Kisah Nyata Mantan Budak yang Difilmkan

Salomon Northup

Bagaimana kalau kita, seorang suami dengan kehidupan yang berkecukupan, memiliki pengakuan di lingkungan, memiliki isteri dan bocah laki-laki yang gagah, lalu besoknya seperti mimpi, tiba-tiba kita menjadi seorang budak dan menjalani penyiksaan selama 12 tahun? Barangkali ada yang depresi, kaget batin, atau menjadi gila apalagi dengan kondisi disiksa, ditekan, dan dieksploitasi seperti tanpa memperhatikan nilai-nilai kemanusiaan. Inilah yang coba ditawarkan oleh Brad Pitt, sang produser dalam film berjudul 12 Years a Slave. Selain mencoba menampilkan sisi historis, kekejaman politik Rasis yang pernah ada di abad ke-19, Brad Pitt juga menampilkan psikis terendah dari manusia, yaitu psikis merasakan revolusi status kemanusiaan yang mengerikan.

Film yang berdurasi

12.24.2013

Resensi The Book of Esther: Isteri Pejabat mesti Belajar dari Ratu Ester

"Ada masa untuk tinggal diam dan masa untuk berbicara."


Gbr. 1 Cover film (sumber: ganool.com)

Pada tahun 482 SM di zaman kerajaan Persia, sejarah mencatat ada seorang wanita bernama Hadasa keturunan Yahudi suku Benyamin, salah satu dari kedua belas anak Yakub, memiliki hati seputih salju Everest, seindah bunga Sakura di musim semi, seindah kepakan sayap Falcon, dan sekental sintal madu yang jatuh dari kerumunan tawon. Seorang wanita yatim-piatu yang diasuh oleh Mordecai, paman sekaligus gurunya, akhirnya diangkat menjadi Ratu Persia, mendampingi Raja Xerxes memerintah Persia. Hasada yang akhirnya berubah nama menjadi Esther (karena nama Hadasa terlalu kental dengan anyir Yahudi, sehingga Mordecai mengganti namanya), pada akhirnya berhasil menyelamatkan Bangsa Yahudi dari fitnah yang dilakukan Haman. Konflik ini menjadi puncak adegan yang tersaji dalam film yang berudul The Book of Esther.

5.21.2013

RESENSI FILM JACK REACHER

Kebenaran itu mutlak, bagai energi dia tidak bisa diciptakan atau dimusnahkan. Dia sudah ada bahkan lebih dulu dari jejak setiup angin yang sepoinya sudah mengombak di bumi. Bahkan ketika Issac Newton menemukan hukum gravitasi, kebenaran itu sudah jauh ada. Newton (hanya) tak sengaja kejatuhan buah (yang konon buah apel) tepat mendarat di kepalanya. Dia tidak menciptakan kebenaran karena kebenaran itu selalu hidup dan mutlak.

10.22.2012

Resensi Film: The Women in Black



The women in balck, salah satu film horror yang membuat degap jantung dengan video yang bagus ditambah audio yang menegangkan. Film yang berdurasi sekitar satu setengah jam ini membuat para penonton masuk ke dalam ‘kesenyapan’ film ini.

3.03.2012

Resensi - Membangun Negeri Bahari

Resensi - Membangun Negeri Bahari

Resensi Artikel.
Judul : Membangun Negeri Bahari
Penulis : Prof. Dr. Ir. Hasan Sitorus, MS
Edisi : I Oktober
Tahun : 2010

1.17.2012

Resensi Film “Tears of the Sun”

Resensi Film “Tears of the Sun”
(“setiap manusia pasti memiliki sisi humanisnya, hanya saja ada yang muncul dan ada yang masih terpendam.”)

Penderitaan, kesengsaraan, dan penghargaan terhadap nyawa manusia tidak ada, adalah realitas abad ke – 21. “Kasihanilah sesamamu seperti dirimu sendiri” yang menurutku kata sakral yang harus diperjuangkan. Tetapi saat ini jika kita menonton film ini, maka untuk mengangkat panji kasih sangatlah sulit.

12.31.2011

Resensi Buku “The Power of Israel in USA"


Resensi Buku “The Power of Israel in USA"



Kekuasaan USA sudah ternyata tidak lebih hebat dari Lobi Israel. USA adalah negara boneka dan aktornya adalah kaum Yahudi dan Zionis. Oleh karena itu mengapa sepak terjang Isreal dalam peperangan menjadi lebih agresif dan matang, itu karena negara Adikuasa dan Adidaya berpihak kepada mereka.
Kekuatan Israel berada di titik tokoh elite negara Amerika. Kebanyakan tokoh elite dan pengusaha sukses di Amerik merupakan Yahudi. Sementara negara Liberal seperti Amerika, pengaruh pengusaha sudah barang tentu cukup tinggi. Oleh karena itu inilah hal yang utama mengapa sampai saat ini USA tidak pernah menjauh dari Israel. Oragnisasi besar seperti PBB ataupun sejenisnya yang ada di global, menjadi salah satu pendukung Israel dalam melakukan ‘invasi’ ke beberapa negara yang menjadi hambatan dalam pencapaian misi Israel.