SELAMAT DATANG SOBAT !!!! Terimakasih telah berkunjung ke ABADIORKES

8.29.2012

Maronit saksi Global


Sebuah kelompok atau lebih tepatnya sekte, bukan organisasi formal, sederhana, bisa dikatakan konvensional dan sedikit termarjinalkan bahkan hampir dilupakan, adalah salah satu aliran keagamaan yang cukup tua dan tata cara kegiatan keagamaannya masih bertahan selama ratusan tahun silam hingga sekarang. Ialah Katolik Timur atau disebut dengan agama Maronit. Barangkali ini agama cukup menarik untuk diperbincangkan.


Belakangan agama Maronit menjadi sering ‘disisipkan’ pada dialog pembicaraan tentang konflik yang terjadi di Lebanon. Maronit memiliki ‘peran’ dalam lingkaran konflik SARA yang terjadi di Lebanon. Hal ini lebih disebabkan karena Maronit memiliki tapak tilas yang panjang di Lebanon.
Agama Maronit memiliki dasar yang hampir mirip dengan ajaran Katolik sehingga Maronit disebut juga sebagai agama Katolik TImur. Maronit muncul pertama sekali diawali dari penghormatan orang-orang kepada seorang biarawan yang dianggap memiliki kehidupan asketik, biarawan Maron. Tahun 410, untuk mengenang kematiannya itulah, orang-orang di Anthiokia membuat suatu gereja yang dinamakan Gereja Maronit. Namun pada tahun 451, terjadi peristiwa pembantaian di anthiokian yang melibatkan kaum monofisit Anthiokia yang membunuh sekitar 350 biarawan. Dampaknya, para kaum maronit terpaksa harus mengungsi ke pegunungan Lebanon. Dan sampai sekarang ini, agama Maronit masih bertahan sampai sekarang dengan ke-khasannya.

Katolik Maronit dipimpin oleh seorang Patriark. Dan patriark pertama MAronit adalah Yohanes Maron yang terpilih pada tahun 685. Pada awalnya, Maronit adalah agama Katolik yang menggunakan bahasa Aram (bahasa zaman Yesus) sebagai bahasa ibadah. Dan seiring perkembangan zaman, Maronit menggantinya dengan bahasa Arab sejak abad ke-18.

Lebanon yang memiliki agama Maronit di Timur tengah yang identik dengan warna ‘hijau’ setidaknya mendapat tekanan dari beberapa oknum yang mencoba menginvasi agama tersebut. Pra-Perang Salib sampai sekarang, Maronit selalu mendapat tekanan yang dianggap mereka sebagai tantangan mengikuti Yesus.

Maronit semakin ‘unik’ karena merupakan agama Kristen Katolik satu-satunya yang masih menggunakan bahasa Aram pada proses Misa mereka. Namun kita tidak tahu sampai kapan Maronit bisa bertahan dengan kepolosan dan keyakinan mereka karena konflik di timur tengah semakin meninggi dan akan mempengaruhi Maronit sendiri.

Semoga Tuhan selalu memberkati saudara – saudara kita di sana.

UOUS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jika ingin diskusi atau komunikasi lanjut, silahkan tinggalkan alamat e-mail teman.