6.25.2011
Sajak Anak Hilang
Sajak Anak Hilang
Aku anak hilang
tiada tempat berlindung
dikala gondolan-gondolan air awan hitam menghantam kepala
serta hasrat meneduh di kala terik menyisir kulit
Malam dingin menjadi untaian salam
mimpi-mimpi yang engkau sebut sebagai bunga tidur, tandus di lahan hayal
Bagai semang piatu, aku seperti laksana sampah perasingan
tiada persinggahan walau jalan dan hambatan menjadi sarapan saat biji-biji mata melawan
mentari pagi menyambut hari
aku anak hilang, bukan pintaku
menelusur lorong penuh duri, serta batu-batu krikil mencabik-cabik telapak kaki
menjadi pemandangan biasa
sudah berapa lama sinar yang engkau maksud
tak jua berjumpa dalam kurun musim ini
sudah berapa banyak kualamatkan doa dan pengharapan
tiada kunjung hadirkan senyum simpul dalam raut wajah putus asa
Aku anak hilang
belum mengerti hasrat perang
;melawan kenistaan hati, ego, dan harga diri
jurang yang sering hadir menjadi akar persoalan hidup
isyarat kebekuan otak
padahal, sempat kita saksikan
dasar jurang pelindung akar-akar lahan mimpi
beralas tanah-tanah tandus
namun, pernah kita lihat kaktus tumbuh bagus
lurus menantang awan majus
Aku anak hilang
dimana engkau bunda pertiwi
siapakah yang menjaga setiap jerjak nafas
menyelimuti pelita jiwa
agar angin sakal takkan padamkannya
layakkah aku menghadap bunda
kupalingkan wajah karena aku hina dan kumuh
lalu, kau hadapkan wajahmu di depanku
tubuh berbalut rambut menangis menghantarkan kasih sayang nan dalam
tiada mengenal sulaman hidup sejati
engkau tunjukkan benang-benang penyambung kenikmatan
kini, aku anak hilang
telah mengenal wajah beribu detik demi detik di perjalanan takdir
namun, tiada sehangat bilur-bilur itu
dan aku akan pulang ke tanah air yang kau tunjukkan
tempat penuh impian dan harapan
disana, kuukir untaian mesra tetesan doamu
aku anak hilang, anak bunda pertiwi
Hendry Tupang
Bandarlampung, 15 September 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
waa... sedihnya sajak aku anak yang hilang....yang penting janagn hilang akal deh gan :)
BalasHapus