6.23.2011
SEPERTI RAPUH KELOPAK MAWAR ATAU KOKOH AKAR ANGGREK
Gugur kelopak mawar di halaman rumputan basah
Entah karena embun yang berat
Atau kala ekspirasi alam menghembus kesiur udara
Lalu merahnya menimpa hamparan hijau
Menengadah biru langit
Helai demi helai lepas pasrah dari tangkainya
Tergeletak namun seutuhnya tak menyentuh tanah
Sebab mendarat diatas rumputan
Seperti rapuh kelopak mawar
Pendar cahaya mulai memudar
Sang ratu kembang mengandung dasar diri
Sebagai penghias padang nusantara ini
Engkau pun uzur, merunduk dan gugur
Masuk ke lubang gambut
Bersemayam hingga lalap api meniadakanmu
:hanya kepulan asap tersisa dari sang ratu kembang
Ada juga akar anggrek menjalar bagai belukar
Melilit batang arang
Meliuk – liuk namun kokoh;
Merambat;
Tebal.
Kebal memang akar
Walau nyengat anyir tak semerbak sang ratu kembang
Seperti rapuh kelopak mawar atau kokoh akar anggrek
Tumpukan puzzle kepulauan ini
Dideru letup prasangka
;Seakan mengoyak rajutan kain dua warna
Atau melucuti bulu-bulu garuda
Saudara,
Masihkah badan berjubah amarah
Dan bermahkota prahara
Hingga tiada lagi uluran tangan dan sapaan hangat
Memandang lambaian sang saka dan kepak sayap garuda
Menatap kemilau permata di palung lautan
Menyaksikan keindahan cakrawala
Membujur selaksa jalan
Ketenangan negeri ini
Bandarlampung, 08/03/2011
hendry tupang
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Jika ingin diskusi atau komunikasi lanjut, silahkan tinggalkan alamat e-mail teman.