Semua pihak baik lembaga atau
perorangan bisa berinvestasi. "Investasi tak hanya untuk mereka yang
berkantong tebal. Orang yang punya simpanan terbatas bisa berinvestasi,"
kata Presiden Direktur PT Samuel Aset Manajemen Agus B Yanuar.
Setiap kelebihan dana bisa belanja
rutin bisa diinvestasikan dalam instrumen investasi yang cocok. Instrumen ini
disesuaikan dengan besaran dana yang dimiliki dan karakter masing-masing
individu.
Anda ingin mulai berinvestasi? Agus
menjelaskan persiapan yang harus dilakukan sebelum melakukan investasi.
1. Kenali diri. Terdapat berbagai
macam instrumen investasi yang bisa dipilih sesuai risiko. Jangkauannya beragam
mulai dari yang paling tidak berisiko alias konservatif, mau menerima sedikit
risiko maupun penggemar investasi berisiko tinggi.
Kenali diri sebagai bekal memilih
investasi yang paling sesuai. Kalau memang tak berani mengambil risiko, jangan
pilih investasi berisiko tinggi.
2. Menetapkan tujuan. Investasi bisa
dimanfaatkan untuk menyimpan kekayaaan, atau untuk menambah kekayaan. Waktu
penggunannya bisa dalam jangka pendek, menengah atau panjang. Setiap orang
punya kebutuhan yang berbeda.
Kenali dan tetapkan tujuan
investasinya. Instrumen investasi untuk pendidikan anak lima tahun yang akan
datang berbeda dengan pilihan investasi bagi dana yang akan digunakan tiga
bulan ke depan. Dengan mengetahui tujuan dan jangka waktu investasi, bisa
dipilih instrumen investasi yang sesuai.
3. Cari informasi. Kumpulkan sumber
sebanyak-banyaknya tentang investasi yang Anda ingin lakukan. Pastikan sumber
anda dapat dipercaya untuk memberikan informasi yang tepat dan akurat. Banyak
buku dan situs yang bisa dibaca untuk menambah pemahaman.
Bank dan manajer investasi biasanya
bisa memiliki penasehat investasi yang bisa diandalkan. Pengetahuan ini akan
berguna sepanjang rentang investasi.
4. Melakukan analisis. Pembelian
instrumen investasi sebaiknya didasarkan pada analisis yang rasional dengan
alat-alat ukur yang sahih. Jangan percaya hanya pada satu sumber.
Analisis ini bisa dilakukan dengan
data-data makro dan mikro ekonomi. Untuk mendapatkan data ini Anda harus selalu
memperbarui pengetahuan tentang kondisi ekonomi.
5. Prinsip kehati-hatian. Pada
akhirnya seluruh kerugian maupun keuntungan investasi akan ditanggung sendiri.
Pahami bentuk dan instrumen investasi serta risiko dan tingkat imbal hasil yang
diharapkan.
Dengan mengetahui risiko, maka
besaran investasi bisa disebar secara proporsional. Jangan pernah meletakkan
seluruh dana pada satu investasi saja.
Famega Syavira
Y! Newsroom - Sabtu, 5 Maret
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Jika ingin diskusi atau komunikasi lanjut, silahkan tinggalkan alamat e-mail teman.