SELAMAT DATANG SAUDARA !!!! Jangan lupa ngisi absen/buku tamu dan tukar link ya :)

9.13.2012

Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Dengan Menggunakan Metode Eksperimen di Kelas VI SD Negeri --------------- Tahun Ajaran 2010/201



BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
            Pendidikan merupakan wadah mencerdaskan kehidupan bangsa sebab melalui pendidikan tercipta sumber daya manusia terdidik yang mampu menghadapi perkembangan zaman yang semakin maju sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945. Demikian juga dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional menyebutkan bahwa : “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga yang demokratis dan bertanggung jawab.“

            Sejalan dengan Undang-Undang tersebut, maka kegiatan pembelajaran sangat perlu ditingkatkan lagi, karena kegiatan pembelajaran sangat menentukan keberhasilan siswa dalam proses belajar. Di dalam proses belajar mengajar tersebut, banyak faktor yang mempengaruhinya salah satunya yaitu motivasi. Menurut Mc Donald (dalam Soemanto 2006) “Motivasi adalah sebagai suatu perubahan tenaga di dalam diri/ pribadi sesorang yang ditandai oleh dorongan efektif dan reaksi - reaksi dalam usaha mencapai tujuan.”
            Motivasi akan menyebabkan terjadinya suatu perubahan energi yang ada pada diri manusia, sehingga akan bergayut dengan persoalan gejala kejiwaan, perasaan, dan juga emosi untuk kemudian bertindak melakukan sesuatu. Semua ini didorong karena adanya tujuan, kebutuhan, dan keinginan. Di dalam kegiatan belajar mengajar, peranan motivasi sangat diperlukan. Dengan motivasi, pelajar dapat mengembangkan aktivitas dan inisiatif, dapat mengarahkan dan memelihara ketekunan dalam melakukan kegiatan belajar.
            Belajar merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara sadar dan terencana yang mengarah pada pencapaian tujuan dari kegiatan belajar yang sudah dirumuskan dan diterapkan sebelumnya. Tercapainya tujuan belajar seperti yang diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar merupakan suatu gambaran keberhasilan guru mentransfer pengetahuan siswa. keberhasilan siswa dalam belajar tidak terlepas peran aktif guru yang mampu memberi motivasi dan menciptakan iklim belajar yang harmonis, kondusif, menyenangkan serta mampu memberi semangat kepada siswa.
            Menurut Thomas F. Staton (dalam Sardiman 2009) mengemukakan “Seseorang akan berhasil dalam belajar, kalau pada dirinya sendiri ada keinginan untuk belajar. Inilah prinsip dan hukum pertama dalam kegiatan pendidikan dan pengajaran. Keinginan dan dorongan untuk belajar inilah yang disebut sebagai motivasi.”      
            Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang dilakukan oleh peneliti di Sekolah Dasar Negeri No. 104234 Medan Senembah diperoleh data tentang materi pokok Perpindahan Energi bahwa 60% siswa tidak tuntas dalam belajar dan 40% siswa tuntas dalam belajar. Dari hasil wawancara yang dilakukan dengan guru, hanya 16 orang siswa yang tuntas dalam belajar, yaitu 6 orang siswa mendapat nilai 90, 5 orang siswa dengan nilai 80 dan 5 orang siswa dengan nilai 70. Sedangkan dengan siswa yang tidak tuntas dalam belajar ada 25 orang siswa. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yakni : (1) karena siswa kurang termotivasi dalam belajar Sains, karena siswa lebih banyak menunggu pembelajaran dari guru dibanding mencari sendiri pengetahuan dan keterampilan yang mereka butuhkan dan siswa jarang mengulang kembali pokok bahasan yang sudah dipelajari, kondisi seperti ini tidak akan menumbuh kembangkan pengetahuan dan wawasan siswa sebagaimana yang diharapkan sehingga siswa mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal, dan akhirnya melakukan kerja sama (saling mencontoh). (2) guru juga dinilai kurang kreatif dalam melakukan inovasi pembelajaran baik dalam pemilihan materi ajar, metode pembelajaran, sehingga siswa cenderung pasif dan bosan serta kurang termotivasi dalam menghadapi atmosfer pembelajaran di kelas khususnya untuk belajar sains yang akhirnya mempengaruhi hasil belajar siswa. (3) karena masih banyak siswa yang malu untuk bertanya kepada guru tentang masalah - masalah yang dihadapi oleh siswa tersebut.
            Dengan adanya masalah - masalah tersebut seorang guru seharusnya perlu mengingat bahwa tugas seorang sebagai pendidik, sebagai pembimbing, peranan guru sebagai pengajar mungkin merupakan peran yang paling populer selama ini. Guru sebaiknya memberi bimbingan lagi siswa yang mengalami kesulitan belajar. Karena guru sebagai informator terutama berkaitan dengan tugasnya sebagai guru pembimbing dalam memasyarakatkan layanan bimbingan dan konseling kepada siswa. Guru sebagai fasilitator terutama ketika dilangsungkannya layanan pembelajaran baik yang bersifat prefentif.
            Di dalam proses belajar mengajar, guru dituntut untuk lebih kreatif dalam menciptakan kondisi dan suasana belajar yang dapat meningkatkan motivasi belajar. Dalam pembelajaran, guru juga tidak sekedar memberikan materi pembelajaran tetapi juga sebagai motivator yaitu guru harus berusaha membuat siswa terdorong dan tertarik akan materi sains. Maka dari itu, peserta didik perlu diberikan dorongan atau rangsangan agar tumbuh motivasi pada dirinya untuk belajar.
            Di dalam peningkatan mutu pendidikan pada masa sekarang ini perlu diiringi peningkatan proses belajar mengajar. Di dalam proses belajar mengajar, guru harus memiliki strategi yang tepat agar strategi atau metode yang digunakan guru tidak hanya terpusat pada guru dan monoton sehingga akan terkesan membosankan dan membuat siswa tidak serius memperhatikan materi pembelajaran yang diberikan oleh guru khususnya pada mata pelajaran Sains yang ditunjukkan banyaknya siswa bermain-main, acuh tak acuh, mengantuk, dan permisi pada saat proses pembelajaran sedang berlangsung.
            Sains pada umumnya yang dimaksud adalah Natural Science, dalam Bahasa Indonesia disebut Ilmu Pengetahuan Alam. Sains diperlukan oleh siswa Sekolah Dasar karena Sains dapat memberikan iuran untuk tercapainya sebagian dari tujuan pendidikan di Sekolah Dasar. Sains merupakan suatu kumpulan pengetahuan yang diperoleh tidak hanya produk saja, akan tetapi juga mencakup pengetetahuan berupa keterampilan dalam hal melakukan percobaan dan keingintahuan. Pada umumnya, mata pelajaran Sains dianggap mata pelajaran yang paling sulit dan membosankan sehingga hal ini akan mengakibatkan hasil belajar siswa menjadi rendah.
            Oleh karena itu, peneliti merasa perlu melakukan perubahan dalam pembelajaran Sains pada siswa kelas VI SD Negeri No. 104234 Medan Senembah dengan menggunakan metode atau strategi yang melibatkan secara aktif dan langsung. Salah satu metode yang dapat dijadikan alternatif adalah dengan menggunakan Metode Eksperimen.
            Metode Eksperimen menekankan pada kegiatan yang harus dialami oleh siswa, dicari, dan diselidiki sendiri, kebenaran dari suatu objek. Siswa harus mengalami sendiri dan mengikuti proses dan bukan hanya percaya atau mengandalkan keterangan guru ataupun penjelasan yang diuraikan dalam suatu buku pelajaran, yang tidak hanya menghapalkannya diluar kepala dari buku-buku ataupun catatan yang diperoleh dari gurunya. Tujuan utama dari metode eksperimen adalah menemukan kebenaran melalui kesimpulan-kesimpulan yang tepat dari fakta yang dapat diamati atau diperoleh serta mendidik siswa untuk lebih teliti didalam menganalisa sesuatu yang tidak begitu saja percaya pada suatu dugaan mengenai sesuatu.
            Dari hasil pra penelitian yang dilakukan oleh peneliti pada bulan Oktober 2010 yang dilaksanakan di SDN 020271 Binjai Timur pada siswa kelas VI pada pelajaran Sains materi pokok Perubahan Benda membuktikan bahwa motivasi belajar siswa dapat ditingkatkan dengan menggunakan metode eksperimen dibandingkan dengan menggunakan metode ceramah.
            Dari uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa melalui metode eksperimen siswa akan lebih aktif dalam melakukan percobaan di kelas serta meyakini kebenarannya setelah melakukan percobaan suatu objek tersebut secara langsung. Dengan menggunakan metode eksperimen tersebut, tanggung jawab siswa pun akan semakin terlatih yang akhirnya akan meningkatkan motivasi belajar siswa khususnya pada mata pelajaran Sains.
            Dari latar belakang tersebut, penulis merasa tertarik untuk mengadakan suatu penelitian mengenai “Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Dengan Menggunakan Metode Eksperimen Pada Pelajaran Sains Materi Pokok Perpindahan Energi di Kelas VI SD Negeri No. 104234 Medan Senembah Kab. Deli Serdang Tahun Ajaran 2010/2011“

1.2 Identifikasi Masalah
            Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas, maka dapat diidentifikasi beberapa permasalahannya, yaitu ;
1.      Kurangnya pemahaman guru dalam memilih metode mengajar secara tepat pada suatu pokok bahasan yang akan dibawakan dalam proses belajar mengajar terutama dalam mata pelajaran Sains.
2.      Kurangnya keseriusan dan semangat anak didalam mengikuti mata pelajaran Sains yang ditunjukkan banyaknya siswa bermain-main, acuh tak acuh, mengantuk, permisi pada saat proses pembelajaran sedang berlangsung.
3.      Kurangnya persaingan diantara siswa dalam mengerjakan soal-soal saat diberikan tes evaluasi, siswa melakukan kerja sama (mencontoh).
4.      Hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Sains belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).
5.      Kesulitan - kesulitan siswa dalam memahami mata pelajaran Sains yaitu :
a)      Motivasi belajar Sains yang rendah,
b)      Kemampuan siswa dalam memahami mata pelajaran masih rendah,
c)      Model yang diterapkan guru di kelas masih terpusat pada guru dan monoton sehingga terkesan membosankan.
6.      Metode Eksperimen belum digunakan guru sebagai upaya meningkatkan motivasi belajar siswa.

1.3 Batasan Masalah
            Mengingat permasalahan di atas terlalu luas serta keterbatasan waktu dan biaya, maka peneliti membatasi masalah dalam penelitian ini adalah meningkatkan motivasi belajar siswa pada materi pokok Perpindahan Energi dengan menggunakan Metode Eksperimen di kelas VI SD Negeri No. 104234 Medan Senembah Kab. Deli Serdang Tahun Ajaran 2010/2011.

1.4 Rumusan Masalah
            Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan di atas, maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : “Apakah dengan menggunakan metode eksperimen dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada materi pokok perpindahan di kelas VI SD Negeri No. 104234 Medan Senembah, Kab. Deli Serdang Tahun Ajaran 2010/2011?”

1.5 Tujuan Penelitian
            Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi belajar siswa dengan menggunakan metode eksperimen pada materi pokok Perpindahan  Energi di kelas VI SD Negeri No. 104234 Medan Senembah Kab. Deli Serdang Tahun Ajaran 2010/2011.

1.6 Manfaat Penelitian
            Adapun manfaat hasil penelitian ini adalah :
1.      Bagi siswa             :
ü  Untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada  materi pokok Perpindahan Energi dalam mata pelajaran Sains di kelas VI SD Negeri No.104234, Medan Senembah.
ü  Dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
2.                  Bagi guru        :
ü  Sebagai bahan pertimbangan bagi guru dalam  upaya meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Sains.
ü  Guru dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
ü  Guru menjadi aktif mengembangkan pengetahuan dan keterampilan.

3.                  Bagi sekolah    :
ü  Sebagai bahan informasi bahwa dengan menggunakan metode eksperimen dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.
4.      Bagi peneliti          :
Untuk menambah wawasan mengenai metode eksperimen sehingga dapat diterapkan dan sebagai bahan acuan bagi peneliti lain yang  bermaksud mengadakan penelitian pada permasalahan yang sama.

3 komentar:

  1. ngomongin tentang pendidikan saya juga punya sebuah situs pendidikan yg bikin giat belajar dan membuat belajar semakin menyenangkan.
    Untuk lingnya di www.gameforsmart.com

    dan juga jangan sampai ketinggalan buruan gabung dan ikuti kompetisi cerdas cermat online se-jawatimur2 yg di laksanakan pada bulan februari
    mendatang, kompetisi ini graaatiissss.....!
    tanpa di pungut biaya apapun... dan juga banyak hadiah menarik mulai dari uang jutaan rupiah dan lain sebagainya....

    untk info lebih lanjut bisa liat di website www.gameforsmart.com kami tunggu konfirmasinya...!!!

    BalasHapus
  2. bisa kirim ke: dekitriadi_pjjktp@yahoo.co.id

    BalasHapus

Jika ingin diskusi atau komunikasi lanjut, silahkan tinggalkan alamat e-mail teman.